Detail Penting
Metode Pengiriman:Transportasi darat, Transportasi laut
Deskripsi Produk
Pereduksi air beton adalah sejenis bahan tambah beton, yang fungsi intinya adalah mengurangi jumlah air pencampur tanpa mengubah kemudahan pengerjaan (fluiditas, kohesivitas, retensi air) beton; atau untuk secara signifikan meningkatkan fluiditas beton sambil mempertahankan kandungan air yang sama, sehingga meningkatkan kemudahan pengerjaan dan sifat mekanik beton.
Klasifikasi fungsi inti
Efek pereduksi air (fungsi paling dasar)
Sambil memastikan slump beton (indeks fluiditas) tetap tidak berubah, air pencampur dapat dikurangi sebesar 10%-30%.
Ketika rasio air-pengikat (rasio air terhadap bahan semen) dikurangi, porositas internal beton menurun, menghasilkan struktur yang lebih padat. Pada akhirnya, ini secara signifikan meningkatkan sifat daya tahan seperti kekuatan tekan, ketahanan kedap air, dan ketahanan beku.
Efek plastisisasi (efek fluidisasi)
Jika konsumsi air tetap sama, slump beton dapat ditingkatkan hingga lebih dari 180mm (bahkan mencapai kondisi fluiditas tinggi dan self-leveling) setelah penambahan bahan pereduksi air.
Efek ini membuat beton lebih mudah dipompa, dituang, dan divibrasi, sangat cocok untuk konstruksi beton bervolume besar, beton pompa, dan komponen kompleks dengan tulangan padat, menghindari cacat seperti getaran yang tidak sempurna, sarang lebah, dan permukaan berlubang.
Hemat semen
Dengan tetap menjaga kuat tekan dan kelecakan beton, pengurangan konsumsi air dapat secara bersamaan menurunkan konsumsi semen (biasanya sebesar 5%–15%), menekan biaya rekayasa, dan mengurangi panas hidrasi semen, sehingga dapat mengurangi masalah retak suhu pada beton masif.
Meningkatkan daya tahan beton
Bahan pereduksi air mengoptimalkan struktur pori internal beton, mengurangi pori yang saling terhubung, secara efektif meningkatkan ketahanan kedap air, ketahanan sulfat, dan ketahanan karbonasi beton, serta memperpanjang masa pakai struktur beton.
Klasifikasi fungsi inti
Efek pereduksi air (fungsi paling dasar)
Sambil memastikan slump beton (indeks fluiditas) tetap tidak berubah, air pencampur dapat dikurangi sebesar 10%-30%.
Ketika rasio air-pengikat (rasio air terhadap bahan semen) dikurangi, porositas internal beton menurun, menghasilkan struktur yang lebih padat. Pada akhirnya, ini secara signifikan meningkatkan sifat daya tahan seperti kekuatan tekan, ketahanan kedap air, dan ketahanan beku.
Efek plastisisasi (efek fluidisasi)
Jika konsumsi air tetap sama, slump beton dapat ditingkatkan hingga lebih dari 180mm (bahkan mencapai kondisi fluiditas tinggi dan self-leveling) setelah penambahan bahan pereduksi air.
Efek ini membuat beton lebih mudah dipompa, dituang, dan divibrasi, sangat cocok untuk konstruksi beton bervolume besar, beton pompa, dan komponen kompleks dengan tulangan padat, menghindari cacat seperti getaran yang tidak sempurna, sarang lebah, dan permukaan berlubang.
Hemat semen
Dengan tetap menjaga kuat tekan dan kelecakan beton, pengurangan konsumsi air dapat secara bersamaan menurunkan konsumsi semen (biasanya sebesar 5%–15%), menekan biaya rekayasa, dan mengurangi panas hidrasi semen, sehingga dapat mengurangi masalah retak suhu pada beton masif.
Meningkatkan daya tahan beton
Bahan pereduksi air mengoptimalkan struktur pori internal beton, mengurangi pori yang saling terhubung, secara efektif meningkatkan ketahanan kedap air, ketahanan sulfat, dan ketahanan karbonasi beton, serta memperpanjang masa pakai struktur beton.

